Dukungan Tokoh Cirebon terhadap Pembentukan Provinsi Cirebon

Keinginan masyarakat Ciayumajakuning terhadap pembentukan provinsi Cirebon terus menguat. Sejumlah tokoh dari Cirebon, Majalengka, Indramayu, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mendeklarasikan dukungannya terhadap pembentukan Provinsi Cirebon.
Deklarasi yang dinamai deklarasi satu hati satu kata perjuangan Cirebon mandiri ini terdiri tiga poin penting. Pertama adalah membantu terwujudnya provinsi Cirebon, kesiapan memfasilitasi demi terwujudnya provinsi Cirebon dan menyetujui Kota Cirebon sebagai ibu kota provinsi Cirebon.

Sejumlah tokoh yang menandatangani dukungan tersebut di antaranya Ketua Umum Sedulur Cirebon Prof Dr Ir H Rokhmin Dahuri MS, Sultan Sepuh ke XIV Keraton Kasepuhan PRA Arief Natadiningrat SE, KH Ja’far Aqiel Siroj (Cirebon), H Dedi Wahidi (Indramayu), Herry Sudjati (Indramayu), H Moh Ilyas Helmy (Majalengka), Atin Susmana (Kuningan), Aan Suharso (Kuningan), Ir H Soenoto (Cirebon) dan H Koesnan Setiamihardja (Cirebon).
“Kami tokoh masyarakat se Ciayumajakuning, setuju dan mendukung atas upaya, keinginan dan ikhtiar masyarakat yang ingin membentuk provinsi Cirebon,” kata Sultan Sepuh, Minggu (19/9).
Ini semua, kata Arief, demi terwujudnya harapan wilayah Ciayumajakuning yang lebih baik dalam mensejahterakan masyarakat. Jika kepentingannya politisasi semata, maka lebih baik tidak usah atau diurungkan keinginan mewujudkan provinsi Cirebon. Namun masih banyaknya pengangguran, kemiskinan dan IPM Ciayumajakuning di bawah rata-rata Jawa Barat, jadi tekad memperbaiki diri. Di sisi lain potensi SDM, alam dan ekonomi Ciayumajakuning menunjukkan sebaliknya.
“Maukah kita terus begini? Atau ingin lebih baik lagi. Karena itu kami mengajak masyarakat bahu membahu memberikan karya bagi daerahnya. Demi Ciayumajakuning yang lebih baik,” ungkapnya di hadapan sekitar 300 undangan halal bil halal Sedulur Cirebon se Ciayumajakuning di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan Cirebon.
Sependapat, Ketua Umum Sedulur Cirebon Prof Dr Ir H Rokhmin Dahuri MS menjelaskan keinginan membentuk Provinsi Cirebon harus terwujud. Selama itu menjadi maslahat bagi masyarakat maka pihaknya akan total memberikan dukungan. Jika melihat statuta yang telah dibuat, maka statuta tersebut sudah sangat mewakili keinginan masyarakat Ciayumajakuning. Belum lagi kemampuan PDRB Ciayumajakuning yang terus meningkat dari 2008 Rp3.2 triliun menjadi Rp4.2 triliun di 2009.
“Kita berdoa kalau provinsi Cirebon terbentuk mudah-mudahan bisa menjadi teladan bagi provinsi baru lain yang belum menunjukkan success story. Mudah-mudahan juga niat ini tulus, bukan sekadar ada pihak yang ingin jadi gubernur dan ketua DPRD provinsi,” ungkapnya.
KH Anom Kusumajati menilai pertemuan hari ini adalah momen yang bersejarah. Sebagai sebuah gagasan untuk memunculkan kemandirian baru. Dari halal bihalal ini menjadi harapan bisa mewujudkan provinsi Cirebon Suka (Subang, Karawang). (hen)


Short URL: http://radarcirebon.com/?p=3152

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibu Hj. Apriani Dinni Siti Nurbaini, M.Pd.I, Penerapan Pemimpin Transformasional Kepala Sekolah