Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 8, 2012

Pagelaran Pilkada Gabungan

Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 rencananya akan digabung dengan 4 pilkada di empat kota/kabupaten di Jabar. Kabid Kelembagaan Kesbangpolinmas Provinsi Jawa Barat mengingatkan pilkada gabungan ini berpotensi menimbulkan konflik. “Titik rawan terjadinya konflik terutama diprediksi terjadi sejak pendaftaran, masa kampaye, hingga ketika hasil pemungutan suara diumumkan,” katanya, kemarin. Titik rawan ini menurutnya berpotensi terjadi di hampir semua daerah yang menggelar pilkada gabungan tersebut. Kesbangpolinmas sendiri meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD0 Jabar bisa mengantisipasi hal tersebut. Pilgub Jabar rencananya akan berlangsung pada 24 Februari 2013. Sedangkan 4 daerah yang menggelar pemilihan kepala daerah dalam waktu yang sama adalah Kota Cirebon, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Sukabumi.

Pilkada Kota Cirebon Bukan Ukuran Tunggal

MEMBACA koran di Kota Cirebon belakangan ini sepertinya kita disuguhkan pada pentingnya pemilihan kepala daerah yang akan digelar Februari tahun depan. Pembaca seakan digiring kepada persepsi tunggal bahwa perubahan di kota ini hanya dapat berlangsung dengan pergantian kepala daerah.Maka berbagai cara dilaukukan pengasuh koran untuk meyakinkan pembaca bahwa beberapa bakal calon kepala daerah yang hendak manggung di kota tercinta ini memang layak dengan berbagai kualifikasinya. Poling, pemberitaan bersambung, komentar sejumlah pendukung bakal calon, dan sebagainya menjadi sajian yang terus didesakkan kepada pembaca. Reaksi pun beragam. Bagi para pendukung dan keluarga besar sang bakal calon, tentu saja setiap publikasi menyangkut pilkada akan disimak dengan jeli dan penuh perhitungan. Bagi masyarakat yang sempat kebagian rejeki lantaran diberi sejumlah uang tatkala menyerahkan salinan Kartu Tanda Penduduk kepada tim sukses seorang bakal calon, pemberitaan hanya dilihat sekadarnya. Namu