Kopi Khas Arab di Masjid Merah Panjunan



Masjid Merah Panjunan adalah masjid peninggalan dari wali Islam. Ada keunikan yang bisa ditemukan di Masjid Merah saat bulan puasa ini. Misalnya, Dewan Kemakmuran Masjid sengaja menyajikan kopi khas arab gahwe. Tradisi ini hampir tiap tahun dilakukan, terutama bagi mereka dari luar dan dalam kota yang dalam kondisi berpuasa.
“Tradisi lainnya, misalnya ramadan, dari luar kota maupun dalam kota, saat berbuka puasa, Ketua DKM, Habib Abdrurachman Alchaf, menyajikan kopi arab gahwa alias kopi jahe khas Arab,” kata Mulani, warga Gg Anjunan II.
Tradisi ini juga, akan terus dilestarikan, mengingat masjid merah sering menjadi bidikan para palancong yang singgah di Kota Cirebon.

Selain kopi arab, keluarga besar di sini sering secara sukarela menyediakan aneka kue kering untuk mereka yang datang atau sekadar salat magrib. “Memang tradisi keluarga besar tetangga terdekat masjid merah ini, menyediakan kue dan kopi untuk dinikmati saat berbuka,” kata dia.

Selain menikmati kopi, DKM juga bisa melihat arsitektur dari masjid mini ini, misalnya pintu untuk akses masuk, berdiameter kecil melambangkan setiap manusia harus menunduk ketika memasuki masjid. Selain itu, ornamen masjid juga terkesan unik, di antaranya masjid ini juga terdiri dari 9 pintu, dan dibantu dengan 16 tiang saka, serta tembok masjid seluruhnya dibuat dengan bata merah, dilengkapi ornamen klasik nan cantik dari keramik khas china. (ung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosesi Nuju Bulanan sebagai Bagian dari Budaya

Solusi Menciptakan " GOOD GOVERNMENT "

SEJARAH PERKEMBANGAN TRADISI NADRAN DI CIREBON