Taman Sari Guha Sunyaragi


Tamansari Gua Sunyaragi atau biasa dikenal dengan sebutan Gua Sunyaragi saja, adalah bekas tamansari pesanggrahan dari kraton Kasepuhan yang berfungsi utamanya untuk menyepi atau berkhalwat, sesuai dengan namanya, sunyaragi yang berarti tempat untuk menyepi atau mengasingkan raga (sunya berarti sepi dan ragi berarti raga). Sebutan Gua dalam hal ini bukanlah gua alam, melainkan gua artificial. Dengan kata lain gaya arsitektur tamansari ini banyak menyerupai gua dan itulah yang menjadi daya tarik utama dari tamansari gua Sunyaragi. Dari bagian-bagian yang tersisa wisatawan pun dapat menyimpulkan, bahwa dahulu gua gua Sunyaragi banyak dihiasi air, bahkkan ada sebuah tempat berkholwat yang bertiraikan air terjun. Selain itu ada juga tempat berkhalwat menuju Tiongkok dan menuju Mekah.

Tradisi mengatakan, bahwa tamansari gua Sunyaragi didirikan sejak 1448 Saka (gajah derum tirta linuwih; gajah = 8, derum = 4, tirta = 4, linuwih = 1) atau tahun 1526 M oleh Panembahan Gusti Ratu Pakungwati I alias PM Muhammad Arifin II).

Dari Kraton Kasepuhan ke gua Sunyaragi, mengarah ke Barat Daya, hanya berjarak + 3,5 km. Sedangkan dari terminal bus Harjamukti, gua Sunyaragi dapat ditempuh dalam waktu + 5 menit dengan menumpang becak kearah Barat. Atau hanya berjarak + 50 meter.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosesi Nuju Bulanan sebagai Bagian dari Budaya

Juknis Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Kesambi Kota Cirebon

Solusi Menciptakan " GOOD GOVERNMENT "